›› Lamunan hari ini
Saya sering menolong membenahi komputer kenalan saya di Bielefeld ini. Mereka rata-rata orang yang sudah berusia (di atas 50 tahun) jadi bukan golongan mereka yang terbiasa sekali dengan komputer. Sering saya dipanggil karena virus, dan ini akhirnya menyebabkan mereka sendiri yang meminta diinstalkan GNU/Linux. Bukan saya yang meracunai dengan Linux tapi mereka sendiri yang memintanya. Mereka menggunakan komputer untuk ber-Internet, untuk mengetik, mengedit foto, dan membuat gambar. Dapat dikatakan merka tidak memiliki masalah penggunaan dan setelah diinstalkan GNU/Linux. Dan yang penting mereka tak pernah mendapatkan problem dengan virus.
Di antara kenalan tersebut ada seorang yang senang berjalan-jalan ketika berlibur. Dia pensiunan militer yang juga senang bermain komputer. Karena memang selama berdinas dia sering menggunakan beragam komputer. Ketika berdinas di militer Jerman, dia berkenalan dengan Linux, karena di sana digunakan untuk mengakses Internet secara aman. Bagi dia virus adalah hal yang paling menjengkelkan, terutama karena dia harus menghabiskan waktu untuk mengupdate antivirus, memeriksa virus hard disk dan lain sebagainya. Oleh karena itu, untuk urusan serius (misal melakukan online banking, menyimpan data-data penting) dia ingin bebas dari virus. Di rumahnya, seperti di kantornya dia menggunakan Linux untuk melakukan transaksi e-bankingnya.
Setiap berlibur ke kota atau negara lain, dia selalu membawa dokumen-dokumen penting milikinya yang telah discan ke dalam USB sticknya (berukuran 2 Giga Byte). Dia malas membawa notebook, karena terlalu repot untuk liburan. Jadi bila membutuhkan akses Internet dia akan menggunakan Internet Cafe atau perangkat komputer di hotel. Di samping dia menyimpan data-data pentingnya di USB tersebut, dia juga menyimpan aplikasi-aplikasi yang dibutuhkannya di USB tersebut. Tujuannya agar dia yakin aplikasi tersebut bebas dari virus, dan menggunakan bahasa Jerman dalam antar mukanya. Karena walau dia lancar berbahasa Inggris, tetapi seperti sebagian besar orang Jerman masih menyukai mengoperasikan program yang menggunakan antar muka berbahasa Jerman.
Untuk memenuhi kebutuhan itu, pertama-tama dia menggunakan aplikasi di MS Windows yang di"tune" untuk dapat dijalankan dari USB Stick. Aplikasi Portable Apps Suite [http://johnhaller.com/jh/useful_stuff/portable_apps_suite/] tersebut, memang dikonfigurasi sehingga dapat digunakan di USB stick. Aplikasi ini terdiri dari Portable Firefox, Portable Thunderbird, Portable OpenOffice, Portable Abirword, Portable NVU, Portable Sunbird, Portable FileZilla, Portable GAIM. Tetapi hal ini masih dirasakan kurang aman, karena sistem berkasnya tetap memungkinkan terkena virus dari Windows. Jadi belum benar-benar bersih dari masalah keamanan data.
Akhirnya dia bertanya ke saya apakah ada kemungkinan solusi dengan GNU/Linux ? Suatu solusi yang memungkinkan dia memasukkan USB stick ke komputer di Internet Cafe. lalu dia memperoleh lingkungan sistem yang aman berbasiskan GNU/Linux. Jadi dia tetap mengoperasikan aplikasinya dari lingkungan GNU/Linux tersebut, alih-alih menggunakan aplikasi yang ada di komputer Internet Cafe tersebut. Dia masih tetap mempercayakan aplikasi di GNU/Linux di USB Stick-nya untuk kebutuhan ebanking dan data pentingnya. Dengan cara menjalankan aplikasinya di lingkunga GNU/Linux di atas MS Windows dia mencoba meminimalkan kemungkinan bocornya keamanan. Tapi dia ingin agar tidak perlu memboot ke USB-stick tersebut, tapi cukup menjalankan sistem itu dari sistem operasi yang digunakan di Internet Cafe tersebut. Dan dia tetap dapat bertukar data dengan lingkungan di USB stick tersebut.
Tentu saja GNU/Linux dapat dikonfigurasi untuk memenuhi kebutuhan ini. Untuk itu dibutuhkan 2 komponen utama pembentuk sistem. Yang pertama, adalah perangkat lunak yang menyediakan virtualisasi atau emulasi di lingkungan MS Windows. Sistem virtualisasi ini memungkinkan menjalankan GNU/Linux. Lalu yang kedua adalah distro mini GNU/Linux yang telah disesuaikan agar dapat diboot dalam virtualisasi itu dan melakukan koneksi secara sederhana serta dapat bertukar data dengan lingkungan MS Windows dari GNU/Linux di sistem virtual tersebut. Diusahakan sistem sesimple mungkin untuk dioperasikan. USB stick dimasukkan, satu program dijalankan dan sistem sudah langsung beroperasi dan dapat mengakses Internet dari dalam aplikasi di atas virtualisasi di USB stick tersebut.
Untuk kebutuhan komponen pertama tersebut, dapat digunakan VMPlayer dari VMWare [http://www.vmware.com/products/player/] yang sedang populer-populernya. Pilihan lain adalah Qemu on Windows [http://www.h7.dion.ne.jp/~qemu-win/], atau kemungkinan lain adalah CoLinux [http://www.colinux.org/]. Dalam memilih solusi virtualisasi manak yang digunakan, maka dipilih yang membutuhkan perubahan konfigurasi tersederhana. Sedapat mungkin tidak ada perubahan konfiugrasi dari sistem operasi tuan rumah (host), misal tidak perlu menginstal driver jaringan khusus (bridge ataupun TAP driver) atau tidak membutuhkan tingkat System Administrator untuk menjalankannya. Tentu saja faktor kinerja dalam melakukan virtualisasi juga dipertimbangkan. Jangan sampai untuk mem-boot dan menjalankan sistem virtual itu sangatlah lambat.
Tentu saja untuk membuat sistem seperti yang diinginkan kenalan saya itu dibutuhkan beberapa pilihan untuk komponen keduanya (distro dasarnya). Misal apakah lebih dipentingkan kelengkapan aplikasinya beserta lingkungan desktop yang lengkap seperti KDE atau GNOME. Sistem yang seringan mungkin tetapi memiliki aplikasi-aplikasi dasar yang telah familiar seperti Firefox, Thunderbird. Saya menyukai pendekatan ke dua karena membutuhkan ruang yang lebih kecil dan membutuhkan waktu boot lebih singkat. Untuk itu dapat digunakan berbagai distro kecil yang digunakan sebagai basis pembuatan sistem tersebut misal :
Bagaimana detail langkah yang harus saya lakukan untuk menyusun sistem tersebut, nantikan bulan depan lanjutannya. Tetapi pada dasarnya, teman saya sudah sangat ngebet dengan sistem GNU/Linux mininya yang akan menemaninya berlibur ke USA. Tanpa GNU/Linux liburannya akan terasa kurang lengkap. Memang kalau sudah merasakan bekerja bebas virus barulah terasa bahwa virus itu sebetulnya bisa dihindari tanpa tindakan rutin yang membosankan. Selama Anda menyusun sistem Anda dari bangunan yang memang sudah memiliki fondasi yang baik untuk mencegah virus, Anda tidak perlu khawatir dengan virus. GNU/Linux dapat membantu Anda mengurangi pusing akibat virus.
Thought is subversive and revolutionary, desctructive, and terrible; thought is merciless to privilege, established institutions, and comfortable habit. Thought looks into the pit of the hell and is not afraid. Thought is great and swift and free, the light of the world, and the chief of glory of man
Bertrand Russel
››Daftar
Lamunan
Beragam pikiran yang ada di kepala saya.
Dari hal yang ringan, sampai ke permasalahan yang agak serius. Tulisan Lamunan hari-hari lalu dapat di
temukan di koleksi Lamunan yang terdahulu. Beberapa telah diterbitkan di berbagai media massa.
Pengelolaan pustaka menggunakan BibTeX
MGTK - Madhava Goes To Kindergarten
Liburan tanpa Linux terasa hampa
Semakin banyak semakin tak tampak
Load balancer handal, murah meriah dengan Open Source
Perlu perhatikan mayoritas, jangan abaikan minoritas
Kerangkeng virtual demi keamanan
Malu-malu kucing untuk buka-bukaan
IGOS terseok-seok pantas saja BBM naik
Perang dokumen secara TETE (TErbuka dan TErtulis)
Tik.. tik .. tik.. ka booom.
Akademisi tak perlu rebutan pepesan kosong
Lembaga pendidikan berulah, polisi dan warnet kena batunya
Presiden SBY jangan ulangi kesalahan ABRI
Girl from Ipanema dan Linux
Erlang/OTP - Open Telecommunication Platform
Mozart tapi bukan musik atau coklat
Membuat Windows XP seenak GUI di Linux
Kenanganku tentang Banda Aceh
Distro ini.. distro itu .. atau sekedar distro lain
Mengapa Open Source bukan Free Software ?
Bekerja .. berhenti .. dan lanjut kembali
Perpustakaan yang dilupakan para techie TI
Jangan sinis dulu dengan proyek plat merah
Hack saja ! Maaf ini bukan soal KPU
Menggambar diagram dengan DIA
Buku GeexBox
Aceh Tsunami
Slashdot
Jangan lupakan manusia ketika menyongsong abad informasi
Media online sebagai suatu sistem kritis
Pergeseran bentuk media on line
Dari Antartika hingga terbang ke Mars
Mengapa memiliki kebijakan Open Source ?
Di persimpangan jalan masa depan TI
Miskin koq boros
Surat terbuka kepada pakar TI di KPU
Bir, sepak bola dan mitos sang pakar
Awas raja anda
Boot, go and agogo
New kernel is coming
Robot-robot yang lucu
Komputer di dalam komputer
Abrakadabra .. terbukalah kotak wasiat
Bola Kristal .... adakah trend GNU/Linux ?
Turut berduka atas korban bom di Bali
Holopis Kuntul Baris
Bibit itu bernama WINBI
Distro bahasa Indonesia .. membodohi bangsa ?
Pengumuman ganti domain
Banyak jalan menuju Roma, banyak jalan menuju Uni
Kue-kue siapa mau beli
Please No !! Smoke on the water
Compiler construction
Mengapa SPSS, mengapa Matlab ?
Open Source dan pemerintah
Ratapan mahasiswa akibat paksaan dosen untuk membajak
Juragan Dr. Abe pulang kampung
Temu Industri dan Informatik
Microsoft mulai menyerang GNU/Linux
››Photos